TUTUYAN – Kabar miring yang menyerang integritas Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, akhirnya patah. Narasi liar di media sosial yang menyebut adanya “upeti fantastis” di balik pembukaan police line di tambang rakyat tradisional Gunung Tinggi, Desa Tobongon, dipastikan adalah isapan jempol belaka.
Isu yang beredar dengan jargon “Upeti fantastis masalah selesai” tersebut memicu reaksi berantai. Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Pemilik lahan secara pasang badan menegaskan bahwa tidak ada satu rupiah pun yang mengalir ke kantong aparat terkait pembukaan garis polisi tersebut.
Wakil Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Sulut, Resmol Maikel, mencium adanya aroma busuk di balik penyebaran hoaks ini. Ia menduga ada upaya sistematis dari oknum tertentu untuk membenturkan kepolisian dengan masyarakat.
“Ini adalah penggiringan opini yang jahat. Ada pihak yang ingin tambang rakyat ini ditutup total, padahal itu urat nadi ekonomi warga. Narasi ‘upeti’ itu tidak berdasar!” tegas Resmol.
Di balik polemik tersebut, terselip langkah AKBP Golfried Pakpahan dalam menerapkan pendekatan kemanusiaan. Keputusan membuka police line diambil setelah Kapolres turun langsung memediasi konflik keluarga di lokasi tambang. Ada pun kebijakan ini diambil karena pertimbangan sejumlah faktor diantaranya aktivitas di Gunung Tinggi adalah satu-satunya sumber nafkah ratusan kepala keluarga. Selain itu, Pendekatan persuasif aparat kepolisian berhasil mendinginkan tensi konflik yang hampir meledak dan Keputusan diambil secara terbuka setelah koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Menanggapi tudingan yang menyerang dirinya, AKBP Golfried Pakpahan tetap tenang namun tegas. Ia menyatakan bahwa komitmennya adalah untuk kepentingan yang lebih besar, yakni kemanusiaan.
“Pembukaan police line ini semata-mata demi kemanusiaan. Kami ingin penambang rakyat bisa kembali bekerja untuk menghidupi anak istri mereka. Saya tegaskan: Tidak ada imbalan, tidak ada kepentingan pribadi!” ujar AKBP Golfried dengan nada lugas.
(emon).




































