LOLAYAN – Belum kering air mata warga Desa Bakan akibat terjangan banjir bandang beberapa hari lalu, rencana agenda PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) justru memicu polemik hangat. Alih-alih fokus pada pemulihan mental dan fisik lingkungan, pihak perusahaan dikabarkan akan menggelar Festival Ramadhan (Ramadhan Fest) yang dirangkaikan dengan hiburan Live Music.
Langkah ini sontak memicu sorotan tajam. Pasalnya, bencana banjir yang merendam sejumlah pemukiman warga tersebut diduga kuat berkaitan erat dengan aktivitas pertambangan emas yang dikelola oleh PT JRBM di wilayah tersebut.
Sentimen negatif mulai bermunculan dari akar rumput. Masyarakat menilai agenda hiburan panggung terbuka sangat tidak relevan dengan kondisi psikis warga yang saat ini masih berjibaku membersihkan sisa-sisa material banjir.
“Harusnya PT JRBM menggelar doa bersama sebagai bentuk empati pasca bencana di Desa Bakan, bukan sebaliknya melakukan kegiatan panggung hiburan seperti live music,” ungkap sejumlah masyarakat dengan nada kecewa.
Kritik yang mengalir menekankan pada dua poin utama yakni Responsibilitas (Dugaan keterkaitan aktivitas tambang sebagai pemicu banjir menuntut tanggung jawab lingkungan yang lebih serius) dan Etika Sosial (Menggelar musik di tengah suasana duka dan pemulihan dianggap sebagai langkah yang “tuli” terhadap realitas sosial di lapangan).
Diketahui, untuk kesekian kalinya Desa Bakan kembali dilanda bencana banjir bandang, Jumat (20/02/2026).
Bencana banjir ini akibat meluapnya sungai Lolotut, diduga kuat akibat penggundulan hutan di wilayah hulu oleh PT JRBM telah menghilangkan fungsi resapan air, membuat debit air terjun bebas tanpa penyangga langsung ke jantung desa.
Akibatnya 55 rumah warga terendam air keruh. Selain itu, jalan penghubung antar-desa juga senpat lumpuh total, kendaraan tidak dapat melintas.
Kapolsek Lolayan, IPTU Johan Atang menjelaskan, bahwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Lolotut meluap.
“Bencana banjir tersebut terjadi akibat hujan lebat, sehingga mengakibatkan air sungai Lolotut yang melintasi Desa Bakan meluap. Banjir terjadi di titik yang sama pada kejadian yang lalu,” jelasnya.
(emon).




































