TUTUYAN – Di bawah langit sore yang mulai teduh, halaman Mapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mendadak riuh oleh deru mesin bentor. Bukan untuk urusan tilang, puluhan pengemudi roda tiga ini justru disambut hangat oleh sosok nomor satu di Polres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan, S.H., M.Si., Rabu (04/03/2026).
Turun langsung ke lapangan, Kapolres tak sekadar menyerahkan paket sembako, tapi juga meluangkan waktu untuk berbincang akrab dengan para pejuang aspal tersebut.
Dalam momentum bulan suci Ramadhan 1447 H ini, AKBP Golfried menegaskan bahwa seragam polisi bukan pembatas antara petugas dan warga. Baginya, melihat senyum para pengemudi bentor saat menerima bantuan pokok adalah kebahagiaan tersendiri.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi sebagai saudara. Di bulan yang penuh berkah ini, kami ingin sedikit meringankan beban saudara-saudara pengemudi bentor yang setiap hari bekerja keras di jalanan demi keluarga,” ujar AKBP Golfried dengan nada rendah hati.
Bagi AKBP Golfried, menjaga keamanan Boltim tidak cukup hanya dengan patroli sirine. Kedekatan emosional adalah kunci utama. Ia percaya bahwa situasi kamtibmas yang kondusif berawal dari komunikasi dan silaturahmi yang tulus antara Polri dan masyarakat.
“Tugas kami lebih luas dari sekadar menjaga ketertiban. Kami ingin membangun sinergi. Jika hubungan kita erat, saya yakin Boltim akan selalu aman dan harmonis,” tambahnya sebelum menutup kegiatan pada pukul 17.15 WITA.
Apresiasi pun mengalir dari para pengemudi bentor. Di mata mereka, sosok Kapolres sore tadi bukan sekadar pejabat tinggi, melainkan pengayom yang peduli pada peluh mereka di bawah terik matahari.
(emon).



































