KOTAMOBAGU – Langkah nyata Kapolres Kotamobagu, AKBP Irwanto, S.IK, M.H, yang didampingi Wakapolres Kompol Romel Pontoh, SIP, MAP, dalam membangun infrastruktur kerakyatan menuai simpati luas. Kehadiran Jembatan MOTABI—yang kini akrab dijuluki warga sebagai “Jembatan Kasih Sayang”—menjadi solusi bagi anak-anak sekolah yang selama ini harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai demi menuntut ilmu.
Apresiasi mendalam datang langsung dari Pemerintah Kelurahan Biga. Lurah Biga, Resty Afriany Damopolii, S.Hut, menyatakan bahwa jembatan ini merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat akan akses yang aman dan layak.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kelurahan Biga, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Kapolres AKBP Irwanto, Bapak Wakapolres, serta seluruh jajaran Polres Kotamobagu. Jembatan MOTABI ini adalah akses vital penghubung Jalan Batu Bogani dan Jalan Diponegoro yang sangat dibutuhkan warga,” ujar Resty dengan nada haru.
Ia menceritakan betapa sulitnya perjuangan anak-anak Sekolah Dasar di wilayah tersebut sebelum jembatan ini berdiri. Selama bertahun-tahun, siswa-siswi kecil tersebut terpaksa menyeberangi arus sungai setiap hari untuk menuju sekolah.
Lurah Biga juga memuji langkah cepat Polres Kotamobagu yang mampu bergerak lincah meski di tengah situasi efisiensi anggaran saat ini. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat terbukti mampu menghasilkan solusi fisik yang nyata.
“Semoga melalui kegiatan mulia ini, Polres Kotamobagu akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat, bersinergi, dan terus menjadi bagian dari pembangunan untuk memenuhi kebutuhan rakyat,” tambahnya.
Pembangunan jembatan sepanjang 9 meter ini juga tak lepas dari kedermawanan warga yang menghibahkan tanahnya demi kepentingan umum. Hal ini mempertegas bahwa di bawah komando AKBP Irwanto dan Kompol Romel Pontoh, Polri berhasil memantik kembali semangat gotong royong.
“Semoga segala ketulusan dan keikhlasan dari semua pihak, termasuk keluarga yang telah menghibahkan tanahnya, dibalas dengan beribu kebaikan oleh Allah SWT dan menjadi amal jariyah. Aamiin YRA,” tutup Lurah Biga.
Kini, Jembatan MOTABI berdiri kokoh bukan hanya sebagai konstruksi semen dan baja, melainkan sebagai monumen kemanusiaan yang menghubungkan Polri dengan hati masyarakat Kotamobagu.
(emon).