MANADO – Setahun telah berlalu sejak gelombang perubahan menyapu Bumi Nyiur Melambai. Kemenangan telak pasangan Yulius Selvanus Komaling dan Victor Mailangkay (YSK–Victory) dalam Pilkada Sulut 2024 bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah simfoni perjuangan yang melibatkan tokoh-tokoh kunci di barisan depan. Salah satu sosok yang menjadi sorotan dalam lingkaran inti pemenangan tersebut adalah Revan Sahputra Bangsawan (RSB).
Bukan sekadar simpatisan, RSB tercatat sebagai salah satu “arsitek” semangat di lapangan. Dalam setiap kampanye akbar yang memutihkan berbagai wilayah di Sulawesi Utara, sosoknya konsisten berada di garis depan (frontline).
Sebuah dokumentasi ikonik memperlihatkan RSB berdiri tegak di tengah kepungan tokoh-tokoh elit pemenangan di atas panggung utama. Dengan satu jari terangkat tinggi—simbol persatuan nomor urut satu—kehadiran RSB mencerminkan kedekatan emosional dan posisi strategisnya dalam menggerakkan massa serta menjaga soliditas tim inti.
“Bagi saya, kemenangan YSK–Victory bukan akhir dari kompetisi, melainkan awal dari sebuah janji suci kepada rakyat. Semangat kebersamaan yang dulu terasa saat perjuangan politik harus terus dijaga agar pembangunan di Sulawesi Utara berjalan lebih baik,” ujar RSB saat mengenang momentum tersebut.
Bagi RSB, berada di garis depan pemenangan YSK-Victory adalah bentuk pengabdian. Ia melihat antusiasme puluhan ribu masyarakat yang memadati lapangan bukan sekadar euforia, melainkan titipan harapan besar.
Setahun pasca-pelantikan, RSB tetap optimis bahwa pondasi yang ia ikut bangun bersama tim pemenangan akan membawa Sulawesi Utara ke era keemasan. Ia menegaskan bahwa pembangunan yang inklusif adalah harga mati.
“Semangat kebersamaan yang dulu membakar lapangan kampanye harus bertransformasi menjadi energi pembangunan. Kita ingin melihat Sulawesi Utara yang lebih maju dan masyarakat yang lebih sejahtera di bawah kepemimpinan YSK–Victory,” pungkasnya dengan nada optimis.
(emon).


































