Selama ini, para pelajar dan warga harus berjibaku dengan jalur yang berisiko. Saat hujan mengguyur dan debit air meningkat, rasa was-was selalu menyelimuti para orang tua yang melepas anaknya berangkat sekolah.
Melihat kondisi tersebut, Kapolres Kotamobagu mengambil langkah taktis. Jembatan ini dibangun dengan tujuan mulia yakni Akses Pendidikan (Memastikan anak-anak sekolah menyeberang dengan aman tanpa rasa takut tergelincir atau terseret arus), Akses Ibadah (Memudahkan warga menuju masjid, terutama untuk mengejar pahala di bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari), Simbol Kedekatan (Membuktikan bahwa Polri hadir tidak hanya untuk penegakan hukum, tapi juga sebagai pelindung yang peka terhadap urusan sosial).
Targetnya jelas yaitu Jembatan ini harus sudah bisa dilewati saat bulan puasa. Dengan begitu, momen shalat tarawih dan aktivitas sekolah di bulan suci tidak lagi terkendala oleh sulitnya akses jalan.
Langkah responsif Polres Kotamobagu ini mempertegas transformasi pelayanan kepolisian yang lebih humanis. Jembatan MOTABI akan berdiri tegak sebagai monumen kasih sayang, menghubungkan dua sisi sungai sekaligus mendekatkan hati Polri dengan masyarakat.
(emon).




































